I’m Not Afraid With The Colour My Life

Senin, Agustus 02, 2010



I’m Not Affraid With The Colour My Life
Ada ketakutaan dalam diri  untuk meploklamirkan diri kita kepada orang lain. Hal ini tak lain karna ketidaksempurnaan yang kita miliki. Sangat sulit untuk mampu dengan lantang menunjukkan siapa diri kita sebenarnya kepada orang lain. Keterbatasan, kekurangan dan ketidakmampuan selalu menjadi alasan yang pasti untuk melakukan hal itu. Kita takut bila nanti orang lain tau akan keberadaan kita sebenarnya, mereka akan menjauh atau bertingkah tak biasa kepada kita. Hal ini memang tidak bisa dielakkan, karena daya terima orang lain akan kondisi dan keadaan kita sebenarnya berbeda-beda. Hanya orang orang yang sedikit lebih dekat kepada diri kita sendiri lah yang mungkin bisa menerima kita apa adanya.
Apakah hal tersebut di atas akan terus kita biarkan menjadi sesuatu yang tersembunyi di dalam diri kita ?
Menjadi  orang yang benar benar “putih” di hadapan orang lain memang sesuatu hal yang mustahil di dalam hidup ini, Tapi setidaknya jangan lah terlalu banyak lembar lembar semu atau redup yang kian menyamarkan wujud asli kita, biar lah putih terlihat putih, walau di lembaran putih itu banyak terdapat coretan coretan yang memberi sedikit noda, karna tak semua goresan tinta yang tercoret di lembaran putih itu adalah noda noda yang tak berarti, justru memberi warna yang harmonis dengan kombinasi warna putih yang kita miliki.
 Kita terlahir Putih ke dunia ini, namun waktu yang kita lalui tak berlalu begitu saja. Putih yang kita miliki  tak akan terus seputih seperti sejak awal kita ada, namun setiap detik nya, ada titik titik yang membentuk goresan-goresan di lembaran putih hidup ini, Goresan itu akan semakin banyak dan menggangu, jika kita tak sanggup mengendalikan ujung pena yang setiap saat dapat tergores. Tak salah menggoreskan ujung pena di lembaran putih kita, tapi goresan itu hendaknya dengan tinta yang bisa memberi warna indah dan dengan ujung pena yang mampu membentuk sebuah karakter dan bentuk yang sempurna, sehingga setiap goresan tinta yang kita bubuhkan dengan warna yang harmonis di diatas lembaran putih itu akan tampak indah, menarik dan tetap tidak meninggalkan kesan keserhanaan dan kepolosan warna putih sebagai background aslinya.
Demikian sekilas tampilan hidup kita yang ku ibaratkan sebagai lembaran putih yang di goresi oleh pemiliknya dengan segala kebijaksanaan nya. Berati dapat kita simpulkan bahwa “Diri kita adalah apa ang kita lakukan terhadap diri kita juga”. Jadi semuanya adalah hasil dari perbuatan kita sendiri. baik buruk nya sepenuhnya adalah otoritas kita. Jadi mengapa harus takut unutk menunjukkan existensi kita pada orang lain, Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Tunjukkan Merah mu jika kau merah, tunjukkan putih mu jika kau putih, tetap berusaha untuk menjadi orang yang memiliki pribadi yang bisa hidup dan bertahan di setiap warna yang ada di sekitar anda, dengan tetap mempertahan kan warna asli yang anda miliki. It’s all about the colour,,,
Ku tuliskan apa yang kupikirkan,
Ku pikirkan apa yang telah kutuliskan,
Ku coba tuk' lakukan tulisan yang telah kupikirkan,
(Max Y.V Raja Purba/2010)


0 comments:

Poskan Komentar

 
Max Journal Blog © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions