Koboy Kampus

Senin, Oktober 10, 2011


Prolog : Untuk dapat meresapi tulisan ini dengan nikmat,  putar musik yang ada di pojok bawah tulisan  ini dngan volume maximal sekitar 67


Mungkin koboy kampus sebutan yang tepat buat kami mahasiwa yang terlalu pintar sehingga sampai saat tulisan  ini di lansir penulis belum kunjung lulus.  :p . Kami telat lulus bukan karna otak minus,  tapi karna kami sering terbawa arus, yang membuat waktu lulus tergerus oleh virus virus kalkulus.

Awal mengenal kata koboy kampus, berawal dari sebuah tembang  band indie bandung yang sampai saat ini kukagumi oleh kekonyoloan lirik lirik nya yang sangat sulit dicerna oleh orang awam yang tingkat inteligen nya dibawah rata rata. The Panas Dalam a.k.a The Pandals , sebuah nama band yang cukup membuat syaraf kusut , nama Band kok nama penyakit yang kurang beken, kenapa ga The jantung koroner atau The Kanker Otak atau agar sedikit lebih sensual The Raja Singa . Ah.. tapi sudahlah Nama tidak sepenting pesan yang disampaikan Band ini melalui lirik lirik konyolnya. Lagian aku bukan mahasiswa kedokteran yang berkutat dengan  Patologi tapi sesungguhnya aku adalah mahasiswa Teknik Telekomunikasi yang membahas Ilmu keperawanan eh keperawatan. :lol:

Kami.. Kami ?? Loe aja kali :) ). Kami adalah Koboy kampus yang punya banyak kasus mulai dari kasus titip absen sampai telat input mata kuliah hingga di denda sepersekian miliar demi kemakmuran kampus dan antek2 nya :) ).  Kami juga sering menghiasi papan pengumuman di depan ruang Jurusan, bukan karna prestasi gemilang tapi karna panggilan menghadap Kepala Program Studi (KAPRODI) untuk tindak pelanggaran peraturan Kemahasiswaan.
Awal semestar serasa musim semi, ketika tunas tunas baru bertumbuh dan kami masih merasa kalau diri ini adalah tunas baru yang memulai merasakan indah nya kampus tetapi ternyata hanyalah daun tua yang hampir layu. Mulai dari CS sampai admin serta badan keuanganan tidak asing lagi dengan muka dan NIM ( Nomor Induk Mahasiswa ) kami, tentunya karna kasus kasus gemilang yang dengan tidak sengaja pernah  kami lakukan.

Koboy kampus tingkat akut lebih mementingkan persahabatan dibanding perkuliahan, Kami lebih cenderung memilih untuk sekedar duduk dan membahas topik hangat seputar dunia ini dengan secangkir kopi dan atau sepuntung rokok debanding duduk manis di kelas mendengarkan dosen membaca slide di depan laptop.


Walau kami disebut Koboy kampus jangan kira kami berada di tingkat kemapanan yang setingkat lebih tinggi dibanding mahasiswa idealis lainya, tapi kami juga sebenarnya hanya  hanya seonggok daging pucat yang mendiami sepetak kamar kos berukuran 3 kali 4 meter dengan baju yang menggantung dibalik pintu masuk hingga menyusahkankan maling untuk mengakses kamar kami yang sedikit kurang indah dan berantakan dengan gelas bekas seruputan kopi dan kertas kertas bahan UAS ( UJIAN AKHIR SEMESTER ) yang hampir daftar isinya tidak disentuh sedikit pun.

Koboy kampus adalah segerombol mahasiswa yang membenci kata KAPAN dan ANGKATAN BERAPA, karna dianggap telah melanggar etika dan kode etik ALIANSI KOBOY KAMPUS se Dunia dan Se Planet yang telah diikrarkan disebuah KONFERENSI TINGKAT TINGGI di daerah Ciparay, salah satu negara bagian di Bosnia Herzegovina sekitar tahun 1976 silam. Yang saat itu di hadiri sekitar lebih kurang 3 orang perwakilan dari seluruh dunia dan diresmikan langsung oleh Tokoh berpengaruh dimasanya yaituDidi Kempot.


Koboy kampus merupakan tokoh intelektual yang memiliki tingkat imajinasi dan Kreratifitas tinggi, hal ini bisa dibuktikan dengan judul judul Proyek Akhir, Skripsi, Tesis, Disertasi ataupun Irigasi Seperti berikut .

Analisis kelayakan tahu gejrot sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Menkominfo, atau
Rekayasa Wig sebagai alternatif penyamaran Gayus Tambunan atau bahkan
Aplikasi Integrated Acounting dalam proses meloloskan PSSI menembus Piala Dunia 20200
Pemanfaatan Bantal guling sebagai senjata aternatif perang Dunia IV
Upil Sebagai Sumber Bahan Bakar Bebas Polusi pengganti Pertamax
dan masih banyak ide kreatif,   brilian serta konyol lainya, yang memaksa setiap dosen untuk berulang kali menolak judul tersebut di atas.

Jangan kira kami mahluk mahkluk aphatis yang tidak peduli dengan sekitar termasuk masa depan, karna sesungguhnya kami juga punya impian menjadi seorang direktur perusahaan dengan income 1 triliun per hari dengan nilai saham yang tinggi di IHSG. Dan jangan pernah berfikir kami adalah adalah Homo  yang tidak punya rasa untuk memiliki seorang wanita berparas cantik yang kelak  menjadi pendamping hidup yang tiap pagi merapikan dasi kami ketika akan pergi ke kantor dengan file dan map tender proyek besar  di dalam tas kerja kami., sambil memberikan kecupan manis di pipi nya sebelum pergi menghadiri meeting di kantor.


Koboy Kampus bukan lah NASIB, tapi sebenarya pilihan hidup yang keliru yang pernah kami ambil, Kmi juga bukanlah mahkluk atheis yang tidak percaya kalau Tuhan itu ada dan tetap mengintip aktifitas kami dari bilik surga nya. Dan kami percaya Dia sudah membuat Note kecil di dalam kitab rencana indah Nya, yang pada saat nya akan direalisasikan  ketika kami telah kembali ke jalan yang benar dan melepaskankan predikat Koboy kampus yang tersesat oleh seekor Kuda hitam bertanduk.
Dan jangan kira seluruh isi tulisan ini sepenuhnya nya benar dan telah mendapatkan sertifikasi dari ISO 900:1 dan standar  IEEE sehingga dapat diajukan menjadi sebuah karya ilmiah untuk kontes karya Ilmiah tingkat keluharan bahkan tingkat dunia.
Tulisan ini hanyalah tulisan Hiperbola yang singgah di otak kanan dan kiri di saat melakukan ritual di sebuah ruangan pengap dengan aroma tidak sedap yang di pintu masuknya tertulis TOLIET PRIA.
NB : Untuk dapat meresapi tulisan ini dengan nikmat putar musik dibawha ini dngan volume maximal sekitar 67 :p
penulis adalah Lulusan Harvard university, Cipete, Jurusan Tata Boga












0 comments:

Poskan Komentar

 
Max Journal Blog © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions